Ini Tujuan Kades Nono atau Syeikh Nono bikin video heboh Tidur di tumpukan uang

Tujuan Kepala Desa (Kades) Sampangagung, Suhartono alias Syeikh Nono memproduksi video yang dirinya tidur di atas uang Rp 1 Miliar di kamarnya terungkap.

Kepada polisi, Kades Nono menjelaskannya semuanya. Dalam keterangannya, Kades Nono mengaku sengaja memproduksi video tersebut untuk kebutuhan dokumentasi.

“Pak Lurah (Kades) Nono ingin membuat dokumentasi, apabila nanti dia sudah tua bisa menjadi bahan cerita ke anak cucunya,” kata Kapolsek Kutorejo AKP Putu Sadia kepada wartawan di kantornya, Sabtu (24/6/2017).

Putu menjelaskan, anggotanya telah berhasil menemui Kades Nono pada Jumat (23/6/2017) malam. Kades Nono juga menjelaskan asal muasal uang yang cukup banyak seperti terlihat di dalam video yang sudah viral di media sosial.

Sesuai dengan hasil konfirmasi dengan Pak Nono, bahwa tanggal 14 Juni 2017, Putu menjelaskan jika Kades Nono yang memiliki usaha lain baru mendapatkan pembayaran.

“Mendapat transferan uang dari PT MBI, Multi Bintang Indonesia. Karena selama ini beliau ada kerjasama dengan PT MBI,” terangnya.

Uang senilai Rp 1 miliar itu diambil Kades Nono bersama istrinya pada hari itu juga.

“Kemudian uang dibawa pulang. Setelah itu menurut keterangannya beliau meminta dibuatkan video tersebut,” ujarnya.

Senada dengan cerita pembuat video Kades Nono, uang tunai pecahan Rp 100 ribu dan Rp 50 ribu itu untuk membayar tunjangan hari raya (THR) karyawannya. Seperti diketahui, Nono mempunyai perusahaan outsourcing PT Bintang Anugerah Kita (BAK) dengan 300 karyawan.

“Tanggal 15 Juni 2017 uang tersebut sudah dibayarkan kepada karyawannya,” ungkapnya.

Disinggung motif Kades Nono meminta video pamer uang diupload ke media sosial, Putu mengaku belum memintai keterangan ke arah itu.

“Saya tidak sampai minta keterangan ke sana. Tidak sampai menanyakan tujuannya meng-upload ke media sosial,” tandasnya.

Nama Kades Nono terkenal setelah videonya yang tidur beralaskan tumpukan uang menjadi viral.

Video berdurasi 10 menit 12 detik itu dibuat oleh penjual nasi goreng, Mujiyanto atau Toyik alias Toyek atas permintaan Nono sendiri. Video direkam di salah satu kamar rumah Nono di Dusun Brubuh, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo.

Asal usul Uang Berlimpah Kades Nono, Berawal dari Pegawai Pabrik Bir

Selain penampilannya yang nyentrik, Suhartono alias Syeikh Nono juga dikenal sebagai Kepala Desa (Kades) Sampangagung di Mojokerto yang banyak duit. Menurut warga, dia merintis usaha dari nol hingga menjadi sukses.

Hal itu diungkap salah seorang warga Desa Sampangagung yang menolak namanya ditulis. Menurut dia, Kades Nono mempunyai perusahaan PT Bintang Anugerah Kita (BAK) yang gudangnya di Jalan Raya Mojosari-Pacet, Dusun/Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto.

“Itu perusahaan outsourcing yang dikelola Pak Nono dengan dua temannya,” ujar sumber maklambe.com ini, Sabtu (24/6/2017).

Sumber ini menjelaskan, PT BAK bermitra dengan sebuah salah satu merek pabrik minuman bir di Desa Sampangagung. Jumlah karyawannya sekitar 300 orang.

Ratusan karyawan itu mengerjakan beberapa pekerjaan. Seperti sortir botol bekas minuman layak pakai, bongkar muat dan petugas kebersihan di bagian produksi.

“Kalau sortir botol bekas di gudang Simbaringin. Kalau bagian loading atau bongkat muat dan petugas kebersihan di pabrik minuman,” terangnya.

Menurut dia, Kades Nono mengupahi ratusan pekerjanya sesuai ketentuan UMK. Sejak sebelum sukses, kades yang suka berpenampilan nyentrik ini terkenal dermawan.

“Setelah jadi kades pun dia tetap dermawan, suka membantu warganya,” tandasnya.

Nama Kades Nono terkenal setelah videonya yang tidur beralaskan tumpukan uang menjadi viral di medsos. Video berdurasi 10 menit 12 detik itu dibuat oleh penjual nasi goreng, Mujiyanto alias Toyek atas permintaan Nono sendiri.

Video direkam di salah satu kamar rumah Nono di Dusun Brubuh, Desa Sampangagung, Kecamatan Kutorejo. Sayangnya Kades Nono belum bisa dikonfirmasi mengenai aksi di dalam video itu, termasuk bisnis yang digeluti sehingga dikenal kaya raya. Dua hari ini maklambe.com mendatangi rumahnya, namun tidak membuahkan hasil sebab Kades Nono tidak ada.

Sebelum menjadi pengusaha kaya di desanya, Kades Nono hanyalah karyawan biasa. Pria yang sejak 2013 menjabat Kades Sampangagung, Kecamatan Kutorejo itu bekerja di pabrik minuman bir.

“Sebelum sukses, dia karyawan pabrik bir, mulai tahun 1997,” kata salah seorang warga Desa Sampangagung yang menolak ditulis namanya.

Tak lama bekerja di pabrik bir, lanjut sumber ini, Kades Nono memilih mendirikan perusahaan sendiri. Namun, sumber ini lupa itu terjadi tahun berapa. Perusahaan itu di bidang outsourcing yang bermitra dengan pabrik minuman tersebut.

Berawal dari badan hukum CV, bersama dua temannya, Kades Nono meningkatkan perusahaannya berbadan hukum PT, namanya PT Bintang Anugerah Kita (BAK).

Saat ini, perusahaan yang terletak di Jalan Raya Mojosari-Pacet, Dusun/Desa Simbaringin, Kecamatan Kutorejo itu mempunyai sekitar 300 pekerja.

“Sejak belum sukses, orangnya biasa. Sejak muda terkenal dermawan. Sering bantu tetangga yang butuh uang, bantu kegiatan desa. Sampai sekarang pun tetap sama,” terangnya.

Selain dermawan, Kades Nono juga terkenal atas penampilannya yang nyentrik. Seperti suka memakai anting, kalung dan bertato di kedua lengan serta dadanya.

“Kalau penampilannya itu sudah sek masa mudanya dulu,” cetusnya.