Langkah pemblokiran Telegram yang diambil Kemenkominfo menuai banyak protes dari berbagai pihak. Salah satu bentuk protesnya adalah menggemanya tagar #BlokirJokowi di Twitter.

Saat berita ini dibuat, tagar tersebut berada di posisi puncak trending topic Twitter Indonesia. Yang dimaksud dari tagar tersebut adalah ajakan untuk memblokir akun Twitter presiden Joko Widodo.

Mayoritas netizen yang mengicaukan tagar tersebut juga memposting screenshot dari profil Twitter Presiden Jokowi yang sudah diblokir. Namun ada juga yang mempertanyakan pentingnya membuat tagar tersebut.

“Hesteg #BlokirJokowi lgi TT nih…
Dan gue mikir, apa untungnya sih buat kalian ngelakuin itu? Ada efek sampingkah? Dpt duit mungkin?…” tulis Azrul Akmal di akun @auulllll.

Sebelumnya diberitakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika memblokir Telegram karena dianggap memuat banyak konten soal radikalisme. Pemblokiran Telegram hanya dilakukan pada versi web.

“Yang kita blokir itu pada aplikasi di web,” kata Menkominfo Rudiantara di Padang, Sumatera Barat, Sabtu (15/7/2017).

Pada web Telegram, pihaknya mendapati banyaknya konten yang terkait dengan terorisme. Rudi menyebut ada sekitar 700 halaman terkait konten tersebut.

“Ada ajakan membuat bom, bergabung dengan organisasi teroris,” ujarnya.

Salah satu alasan beberapa kelompok radikal berpindah ke Telegram adalah aplikasi pesan itu susah terlacak.

“Fitur dari Telegram banyak, yang kami tutup versi web di komputer,”