Kepala bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Raden Prabowo Argo Yuwono menjelaskan kronologi penangkapan anak Jeremy Thomas, Axel Matthew Thomas. Argo mengatakan awalnya adalah komunikasi antara petugas keamanan Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta dengan kepolisian Malaysia.

Saat itu, mereka menemukan seseorang yang membawa 1.118 strip narkotika berjenis happy five yang dimasukan kedalam Panadol. Orang tersebut baru saja datang dari Kuala Lumpur, Malaysia.

“Setelah itu anggota dari Bandara datang ke Terminal 3 mengecek, ternyata selain dia sendiri juga ada dua temennya yg membawa happy five,” kata Argo.

Setelah menyelidiki dua orang tersebut, polisi menemukan fakta bahwa ternyata sudah ada lima orang yang memesan happy five tersebut. Semua pemesan telah mentransfer sejumlah uang sejak tersangka masih berada di Malaysia.

Kemudian diketahui bahwa ternyata salah satu pemesan yang telah melakukan transfer uang sejumlah Rp 1,5 juta adalah Axel Matthew Thomas. Uang tersebut ditransfer Axel pada 14 Juli 2017. “Bukti transfer sudah kami dapatkan,” Kata Argo.

Melalui informasi tersebut, pihak kepolisian kemudian melakukan penangkapan kepada Axel Matthew Thomas saat ia mendatangi Hotel Crystal Terogong.

Saat proses penangkapan berlangsung, Axel sempat memberontak sehingga sempat terjadi kejar-kejaran antara Axel dan petugas. Sementara itu, Axel saat ini belum ditahan dan masih bersama kedua orangtuanya.

Orangtua Axel sendiri mempermasalahkan penangkapan anaknya yang dirasa janggal dan terdapat unsur kekerasan.

Orangtua Axel mengaku bahwa anaknya disergap, dipukuli, dan disekap oleh polisi. Akibatnya, Axel menderita luka memar pada bagian wajah, tangan, kaki dan punggung.

Jeremy Thomas menyebut akan mendatangi Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia untuk melaporkan dugaan penjebakan, penculikan, dan penganiyayaan oknum polisi terhadap putranya, Axel Matthew Thomas.

Jeremy Thomas Bantah Axel Matthew Disebut Terlibat Narkoba

Pihak kepolisian menyebutkan bahwa penangkapan yang dilakukan terhadap Axel Matthew Thomas, anak Jeremy Thomas karena yang bersangkutan diduga merupakan salah satu pemesan narkoba jenis happy five.

Ini merupakan pengembangan dan pengungkapan kasus penjualan narkoba jenis tersebut yang diduga dipesan dari Kuala Lumpur, Malaysia. Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menerangkan hal itu.

“Sebelumnya dari (Bandara) Soetta diamankan namanya JV. Dan ternyata ada pemesan lima orang, salah satunya anak Jeremy Thomas yang sudah transfer semua, inisialnya AMT (Axel Matthew Thomas),” terang Argo di kantornya, Senin (17/7/2017).

Sementara itu, kala dikonfirmasi terkait hal tersebut, Jeremy yang baru saja melapor ke Propam Mabes Polri menyatakan bahwa tudingan itu harus memiliki bukti yang kuat. Ia pun membantah kala diinformasikan mengenai keterangan dari pihak berwajib itu.

“Itu tidak benar, karena tidak ada bukti. Saya ga tahu. Mungkin dari internal mereka begitu (infonya). Yang jelas, Axel tidak terdapat bukti apa-apa saat ditangkap,” tegas Jeremy Thomas.

Jeremy mengklaim bahwa anaknya tidak memberi narkoba sebagaimana yang dituduhkan. Menurut apa yang diketahuinya, Axel mengirimkan uang untuk membeli produk fashion yang dijual secara online.

“Iya. Itu ga apa-apa. Kalau transfer bukan beli produk. Itu anak kan jualan baju, jualan online, semua berhak kok. Kalau kamu jualan tertentu dan kamu yang lagi kena masalah, kenapa saya yang ketangkep,” tukas Jeremy Thomas terkait kasus anaknya, Axel Matthew Thomas.